Kuharap gadis itu masih mengingatku , gadis yang suka melihat keluar jendela. Gadis yang suka melihat langit gadis yang suka melihat awan gadis yang suka melihat pepohona yang ditiupmokeh angin. Gadis yang dapat kubilang bahwa itu sangat sempurna.
*********
Gue starla dickson staetmint. anak dari ayah dan ibu yang bernama robert dickson dan sarthasvera staetmint orlando. Dan mulailah kehidupan gue.
Waktu itu umur gue itu 15 tahun. Gue kelas 11-ipa3 sama kaya ibu gue.
"Mah..." panggilku dari bawah. "Apa nak" kata ibuku yang sangat cantik itu. "Adek mau uang ma" kataku sembari memelum ibuku dari samping.
"Dncek" decak ibuku. Ibuku langsung memberiku uang seratus ribuan. "Makasih ma" langsung saja aku beranjak ke kamarku dan mulak mandi. Aku menngenakan seragam sekolah yang kubilang cukup lucu. Aku memasukan duit itu ke kantong dan langsung pergi ke sekolah menaiki sepeda ontelku yang sudah dari nenek buyutku itu.
"Ma, aku pergi" tetiakku dari depan. Aku menggoes sepeda sambil nyanyiin lagu power -litle mix. Enggak tau kenapa secara turun temurun keluargaku itu suka ama lagu power itu.
Aku sampai di sekolaj jan 7.00 pas. Langsung saja aku berlari menyusuri koridor. Aku membuka pintuku dan di depan sana sudah berdiri ibu tuti, guru ips ku.
"Telat lagi ya kamu, bagus. Lari 6 kali di lapangan" teriaknya. Ehm... gue harus nahya enggak ya. Lapangan kam ada 5 afa lapangan bola ada lapangan baskey ada lapangan voli afa juga lapangan bultang. Gimana ya... gue harus nanya atau enggak ya...
Nanya aja deh..
"Bu, lapangan yang mama ya bu"tanya gue dengan agak ketakutan. Dia kayak mau marah tapi mingkem lagi, lagi mikir apa ya. " lapangan bola"
Abegile, lari lapangna bola yang gedenya itu gde bangdt parah ini guru.
Komentar
Posting Komentar